Archives : April 2009


Saat Ini untuk Masa Depan

HAMPIR semua orang telah memahami bahwa kehidupan ini merupakan sebuah rangkaian sebab dan akibat yang terjadi terus-menerus. Apa yang ada pada saat ini merupakan akibat dari perbuatan yang telah kita lakukan sebelumnya. Bukan karena orang lain, bukan karena makhluk lain. Sebuah perbuatan akan menimbulkan akibat dan akibat ini akan menjadi sebab yang baru.

Coba renungkan apa yang Anda miliki saat ini. Kalau Anda mempunyai ketrampilan dan pengetahuan yang cukup, tentu karena Anda telah belajar dengan rajin di masa lalu, rajin membaca buku, berdiskusi, dan seterusnya. Jika saat ini Anda mempunyai gangguan kesehatan, coba diingat kembali, apa yang telah Anda lakukan di masa silam, bagaimana pola makan Anda, apa yang Anda konsumsi, dan seterusnya.

Read more 28/04/2009

Rasa Bhakti Terhadap Catur Guru dalam Perspektif Era Globalisasi

Dhyàna mùlaý gurur murtiá
Pùjà mùlaý gurur padam,
Mantraý mùlaý gurur vàkyaý
Mokûa mùlam gurur kåpam

Gurustotra 1.

(Pada saat mulai belajar pusatkanlah pikiran pada sosok sang guru,
saat mulai melakukan pemujaan, berbaktilah di depan kaki guru,
mantram adalah ajaran pertama kali keluar dari ucapan guru
dan untuk mencapai Mokûa mulailah dari karunia guru)

Read more 28/04/2009

Perjalanan Pertama dalam Berpikir adalah Identifikasi

ANUGERAH yang salah. Itulah barangkali yang terjadi dengan Dharmasvami. Tapi apanya yang salah dari anugerah itu? Isinya, waktunya, tempatnya, pemberi, atau penerima anugerah? Kita tidak pemah bisa tahu dengan pasti, karena cerita adalah se­buah metafora. Apa yang dikatakan tidak sama dengan apa yang dimaksudkan. Oleh karena itu, mari jangan meneari kepastian di dalam maupun di luar sastra. Baca-ba­calah, kata orang bijak. Temukanlah kemu­ngkinan-kemungkinannya. Dan puaskanlah dahaga batin dengan cukup itu. Anugerah yang salah, dan anugerah yang benar, tidak akan mengubah sesuatu yang sudah digariskan ter­jadi. Keyakinan konon akan mengubah ke­mungkinan-kemungkinan menjadi kepastian. Karena di dalam keyakinan itu ada kekuatan. Makanya, barang yang paling banyak dibela manusia di atas bumi ini adalah keyakinan. Baik itu keyakinan sendiri maupun keyaki­nan kelompok.

Read more 28/04/2009

Kewajiban Manusia di jaman kaliyuga

Anye krtayuge dharmastre
tayam dwapere” pare
anye kaliyuge nrrnam
yugahrasa nurupatah

Kewajiban manusia di zaman krtayuga berbeda macamnya dan kewajiban-kewajiban yang ditentukan di zaman tretayuga dan di zaman dwapara demikian
pula di zaman kaliyuga, sesuai menurut panjangnya masa yang semakin
berkurang (Mds. I. 85)

I. Pendahuluan
Agama Hindu mengenal adanya 4 (empat) zaman yang disebut “Catur Yuga” yang terdiri dan : Krtayuga, Trta Yuga, Dwapara Yuga dan Kali Yuga. Masa kerta yuga adalah merupakan masa yang penuh kedamaian dimana pada masa tersebut tidak ada manusia yang berbuat adharma walaupun hanya dalam pikiran. Manusia pada masa itu selalu mematuhi ajaran-ajaran kebenaran dan tiada pernah menyakiti mahluk lain baik dalam pikiran, perkataan maupun perbuatan. Yang ada dalam kehidupan manusia pada masa tersebut adalah : berbuat untuk kesenangan orang lain dan berjalan diatas jalannya dharma sehingga jaman tersebut sering juga dinamakan: Zaman Satya Yuga yang mengandung arti bahwa pada masa itu manusia hidup didalam kesetiaan. “Masa kertayuga ini berlangsung selama 1.460.000 tahun manusia dengan ketentuan masa berikutnya berkurang satu”. (Penjelasan Manawadharmasastra hal. 45).

Read more 26/04/2009

Yang Paling Sulit adalah Membawa Pikiran

DALAM percakapan sehari-hari baik dalam pertemuan adat dan agama, maupun percakapan biasa sering dengar orang tua-orang tua bijak menyatakan dalam bahasa Bali tentang susahnya merealisasikan gejolak pikiran sbb: Sing ada kewehan teken ngabe keneh. Kalau di bahasa Indonesia kira-kira begini: tidak ada yang lebih sulit daripada membawa pikiran. Orang yang kegiatan hidupnya berlebihan sampai ia disebut gila kerja untuk mengejar cita-cita. Gila kerja itu sampai menyebabkan ia hidup tidak seimbang. Seperti melupakan kewajiban keluarga, bermasyarakat, kewajiban agama, dll.

Read more 02/04/2009

Yang Paling Sulit adalah Membawa Pikiran

DALAM percakapan sehari-hari baik dalam pertemuan adat dan agama, maupun percakapan biasa sering dengar orang tua-orang tua bijak menyatakan dalam bahasa Bali tentang susahnya merealisasikan gejolak pikiran sbb: Sing ada kewehan teken ngabe keneh. Kalau di bahasa Indonesia kira-kira begini: tidak ada yang lebih sulit daripada membawa pikiran. Orang yang kegiatan hidupnya berlebihan sampai ia disebut gila kerja untuk mengejar cita-cita. Gila kerja itu sampai menyebabkan ia hidup tidak seimbang. Seperti melupakan kewajiban keluarga, bermasyarakat, kewajiban agama, dll.

Read more 02/04/2009

Buletin Kulkul edisi 74

KEMBALI MENYIMAK SANG DIRI

Setiap orang berpikir hendak mengubah umat manusia. Hampir tak seorangpun yang berpikir bagaimana mengubah dirinya. Anthony de Mello SJ.

 

DIAWALI DENGAN MERASA ADA

 

Hal fundamental dari kesadaran kita adalah "merasa ada". Kita semua merasa ada;kita semua merasa sebagai suatu entitas tersendiri, terpisah dan berbeda dengan yang lainnya. Ini merupakan awal dari dualisme, yang kemudian mendasari pandangan serta pola-pikir kita. Memandang dengan kacamata dualisme, kita dibuat percaya bahwasa segalanya bersifat dualis. Dari sini pulalah muncul anggapan dan sebutan-sebutan atau kata ganti orang: aku, kamu, dia, kita, mereka dan kalian.

Si aku yang adalah entitas tunggal  memposisikan dirinya sebagai subjek, sebagai pelaku dan juga penikmat dari segala perbuatan dan segenap pengalaman objektifnya. Dan yang di luar itu adalah objek, baginya. Nah....dalam interaksi subjek-objek ini, muncullah beberapa peristilahan terkait, yang kemudian kita kenal sebagai: Identifikasi-diri, Ideasi-diri, Sugesti-diri, Citra-diri, Harga-diri, Rasa Percaya-diri, Rasa Rendah-diri dan Rasa Iba-diri. Semua ini,dalam perjalanannya menjadi sedemikian pentingnya bagi kita. Dan saking pentingnya, mereka bisa saja memerintah dan menggerakkan seseorang untuk melakukan tindakan bunuh-diri.

Sekali lagi, semuanya bermula pada kemunculan dari "merasa ada" dalam ruang kesadaran kita.  

Om Santih, Santih, Santih,,,,OM

Read more 02/04/2009

Recent

Archive