BANYU PINAWURUH-PANGEWRUH

Banten -

BANYU PINAWURUH-PANGEWRUH

Oleh:  Jeromangku_sudiada@yahoo.com

O Sarasvatī namostubhya varade kāma rûpinī, siddhirāmbha karisyāmi siddhir bhavantu mesada

O Hyang Vidhi dalam wujud-Mu sebagai dewi Saravatī, pemberi berkah, wujud kasih bagai seorang ibu sangat didambakan didambakan. Semogalah segala kegiatan yang hamba lakukan selalu berhasil atas karunia-Mu). Sarasvatīstava

 

Di samping abhisekanāma tersebut di atas, Anugrah pengetahuan Sarasvatī disebut memiliki berbagai fungsi atau peranan, antara lain:

a.    Saravatī penganugrah kekayaan (gveda I.164.49).

b.   Sarasvatī penganugrah kegembiraan (gveda I.13.9., V.5.8).

c.    Sarasvati penganugrah keturunan (gveda VI.6l.1).

d.   Sarasvati penganugrah makanan (gveda II.41.18.,VI.61.3).

Banyu Pinawruh /Pangewruh

Telah banyak kita temui pemahparan saraswaty dalam bentuk symbol symbol yang dikiyaskan dalam perlambangan Dewi Saraswaty, sehingga rasanya hal ini tidak perlu JMS bahas lebih mendalam lagi.

Yang JMS tekankan disini bagaimanasih sebenarnya posisi acara Banyu Pinawruh tersebut. Mengingat Hariraya Saraswaty adalah merupakan hari Terakhir pada wuku terakhir. Karena Banyu Pinawruh tersebut adalah hari kebalikan dari hariraya saraswaty, yaitu jatuh pada hari Pertama pada Wuku pertama, berarti kita buka kembali lontar kita untuk pertamakalinya setelah kita tutup lontar dalam perayaan Saraswati, dalam rangkaian kita nyeliksik bulu ( Introspeksi diri )

Dimaksudakan disini adalah, mulailah hari ini kita dengan kegiatan baru karena dalam syclus nemuglang dalam pawukon, kita awali dengan kegiatan baru, yang terkandung dalam Hari baru tiada lain, kalau kita mo hidup TIS ( sejuk ) kata Bibi ANU dalam pupuh Pucung tembang bali Bibi anu lamun payu luwas manjus, mulailah dari kasih, mulai dari dalam diri kita, sucikan diri kita dulu karena sangatlah impossible kita bisa mengasihi orang lain dengan tanpa ada kasih dari dalam diri kita terlebihdulu. Jnagan mulai /ciptakan konplik kalau kita ingin sejuk demikianlah yg tersirat dlm pupuh itu.

Banyu = Air ( sangat vital dalam diri kita )

Sedangkan Pinaruh ( Bina Weruh ) = Pengawruh, tiada lain adalah mempunyai makna bagaimana sebenarnya pengetahuan dalam hidup kita ini mempunyai suatu posisi yang sangat vital. Keweruhan Luwir senjata ne dadi prabotan sai, keanggen ngeruruh Amerta, seenun ceninge murip.

Bentuk prosesi upacara berupa mengaturkan labaan nasi pradnyan, panca pala catur warna kembang dlm air kumkuman dan loloh sad rasa (jamu mengandung enam rasa-red). Pada dasarnya sad rasa itu memberikan gambaran secara singkat bagaimanasih sebearnya hidup itu (pahit & getirnya hidup) Pada puncak upacara, semua sarana upacara itu diminum dan dimakan. Rangkaian upacara lalu ditutup dengan matirta. Upacara ini penuh makna yakni sebagai lambang meminum air suci ilmu pengetahuan. ''Upacara Banyu Pinaruh ini juga dirangkaikan dengan mandi di laut yang bertujuan untuk membersihkan diri, pikiran dan jiwa dari segala jenis mala

Upacara dan upakara dalam agama Hindu, pada hakikatnya mengandung makna filosofis sebagai penjabaran dari ajaran agama Hindu. Secara etimologi, Saraswati berarti sesuatu yang mengalir atau makna dari ucapan. Ilmu pengetahuan itu sifatnya mengalir terus-menerus tiada henti-hentinya ibarat sumur yang airnya tiada pernah habis meskipun tiap hari ditimba untuk memberikan hidup pada umat manusia.

 

: perayaan Saraswati dimanfaatkan oleh umat Hindu untuk nyeliksik bulu, instrospeksi, dan bersiap diri untuk menata kehidupan yang lebih baik. Merenungi dan mengevaluasi kembali apakah ilmu pengetahuan itu sudah benar-benar diamalkan sesuai fungsinya. ''Kenapa kita diminta diam sejenak dan pantang membaca serta menulis saat hari raya Saraswati, tujuannya jelas agar kita punya ruang yang lapang untuk mengevaluasi diri,''

Pada Saniscara Wuku Watugunung itu, semua pustaka terutama Weda dan sastra-sastra agama dikumpulkan sebagai lambang stana pemujaan Dewi Saraswati. Di tempat pustaka yang telah ditata rapi itu diaturkan upacara Saraswati. Upacara Saraswati yang paling inti adalah banten (sesajen) Saraswati, daksina, beras wangi dan dilengkapi dengan air kumkuman (air yang diisi kembang dan wangi-wangian) . Banten yang lebih besar lagi dapat pula ditambah dengan banten sesayut Saraswati dan banten tumpeng dan sodaan putih-kuning. ''Upacara ini dilangsungkan pagi hari dan tidak boleh lewat tengah hari.

Menurut keterangan lontar Sundarigama tentang Brata Saraswati, kata pemujaan Dewi Saraswati harus dilakukan pada pagi hari atau tengah hari. Dari pagi sampai tengah hari, umat tidak diperkenankan membaca dan menulis terutama yang menyangkut ajaran Weda dan sastranya. Namun, ada juga umat yang melaksanakan Brata Saraswati dengan penuh alias ''puasa'' membaca dan menulis itu dilakukan selama 24 jam penuh. Sedangkan bagi yang melaksanakan dengan biasa, lewat tengah hari mereka sudah dapat membaca dan menulis. Bahkan, di malam hari mereka dianjurkan melakukan malam sastra dan sambang samadhi.

 

''Pada intinya, ada tiga tingkatan pelaksanaan upacara Saraswati. Tingkatan kanista di mana umat hanya melaksanakan persembahyangan Saraswati tanpa disertai pantangan membaca dan menulis. Tingkat madya di mana umat melakukan persembahyangan Saraswati dan pantang membaca dan menulis hingga tengah hari. Sedangkan tingkat utama, umat melakukan Brata Saraswati selama 24 jam penuh dan selama rentang waktu itu sama sekali tidak melakoni aktivitas membaca dan menulis,

 

Perayaan saraswati dengan Tiga Tingkatan

 

Mayoritas umat Hindu di Bali umumnya merayakan Saraswati tingkat madya. Ini berarti, mereka hanya pantang membaca dan menulis selama setengah hari di mana malam harinya mereka melakukan malam sastra dan sambang samadhi. Pada malam sastra itu, umumnya diselipi dengan kegiatan dharma wacana yang bertujuan memberikan pencerahan jiwa kepada umat. Keesokan harinya atau bertepatan dengan hari pertama Wuku Sinta, mereka  melangsungkan upacara Banyu Pinaruh.

 

Saraswati juga berarti makna ucapan atau kata yang bermakna. Kata atau ucapan akan memberikan makna apabila didasarkan pada ilmu pengetahuan. Ilmu pengetahuan itulah yang akan menjadi dasar orang untuk menjadi manusia yang bijaksana. ''Kebijaksanaan merupakan dasar untuk mendapatkan kebahagiaan atau ananda. Kehidupan yang bahagia itulah yang akan mengantarkan atma kembali luluh dengan Brahman,''

Back   16/05/2009

Recent

Archive