Bahan untuk penataran pinandita

Pinandita merupakan:

Penghubung antara umat dengan tuhan, untuk menyampaikan apa yang kita aturkan dan permohonan kita,  

Memohon kehadiran tuhan untuk turun sesuai denga parahyangan tempat kita bersembahyang

Oleh karena itu sebaiknya pinandita:

Orang yang suci secara lahir dan bathin

Rela berkorban dalam segala hal (las caria) / mengabdikan diri sepenuhnya pada umat

Mempunyai pengetahuan yang memadai tentang ketuhanan dan upacara/ upakara

Suksma

Read more 17/05/2009

BANYU PINAWURUH-PANGEWRUH

O Sarasvatī namostubhya varade kāma rûpinī, siddhirāmbha karisyāmi siddhir bhavantu mesada

O Hyang Vidhi dalam wujud-Mu sebagai dewi Saravatī, pemberi berkah, wujud kasih bagai seorang ibu sangat didambakan didambakan. Semogalah segala kegiatan yang hamba lakukan selalu berhasil atas karunia-Mu). Sarasvatīstava

 

Di samping abhisekanāma tersebut di atas, Anugrah pengetahuan Sarasvatī disebut memiliki berbagai fungsi atau peranan, antara lain:

a.    Saravatī penganugrah kekayaan (gveda I.164.49).

b.   Sarasvatī penganugrah kegembiraan (gveda I.13.9., V.5.8).

c.    Sarasvati penganugrah keturunan (gveda VI.6l.1).

d.   Sarasvati penganugrah makanan (gveda II.41.18.,VI.61.3).

Read more 16/05/2009

Saripati Bhagavadgita

Filsafat dari Gita adalah sintesa yang luar biasa dari filsafat, dari Upanisad dan berbagai aliran dalam agama Hindu yang muncul dari berbagai periode.  Perbedaan pandangan dualistik dan non dualistik dalam filsafat Hindu, dan pandangan yang berbeda dari berebagai aliran pikiran dalam tradisi agama Hindu, menemukan penyatuan dalam semangat spiritual dalam Gita. Walaupun interpretasinya dapat beraneka ragam, filsafat dalam Bhagavadgita dapat diringkas sebagai berikut:

Read more 11/05/2009

Buletin Kulkul edisi 75

Ada kehenengan yang teramat sangat

 Ini sebuah malam yang indah, dan ada bayang-bayang gelap pekat dalam berbagai bentuk. Ketika itu rembulan sangat terang dan bayang-bayang sangat  heneng, dimana dedaunan yang tercuci bersih [oleh hujan] tampak berkilauan.

Berjalan-jalan dan berbincang, meditasi berlangsung dibawah kata-kata serta keindahan malam. Ia berlangsung pada suatu kedalaman yang teramat-sangat, mengalir ke luar dan ke dalam; ia meledak dan mengembang.

 Kita menyadarinya; ia terjadi; kita tidak mengalaminya mengalami adalah membatasi ia terjadi. Tidak ada partisipasi di dalamnya; pikiran tidak bisa berbagi itu karena betapapun juga pikiran adalah sesuatu yang begitu rapuh dan mekanisnya, tidak juga emosi bisa terlibat di dalamnya; mereka juga terlalu aktif mengganggu. Ia terjadi pada kedalaman yang sedemikian tak dikenal sebab tak ada pengukuran. Akan tetapi ada kehenengan yang teramat sangat. Ia cukup mengejutkan dan sama-sekali tidak seperti biasa.

Om Santih, Santih, Santih,,,,OM

Read more 11/05/2009

Spiritualitas dalam Praktek,

Di kalangan masyarakat kata spiritual dipahami sebagai sesuatu yang sulit dipahami, dan seolah-olah sangat sulit untuk dicapai. Sesuatu yang “jauh” dan sulit dijangkau. Hanya orang-orang tertentu yang bisa mencapainya, hanya bisa dicapai oleh para rohaniwan, para penekun kebatinan, para pandita atau pinandita, demikian sering kita berpikir. Ada hal penting yang terlupakan bahwa setiap manusia yang dilahirkan dalam dirinya tersedia “bibit dan ruang spiritual.”  Banyak rohaniwan yang tidak bisa membedakan antara ritual dengan spiritual, antara kawisesan (kesaktian) dengan spiritual. Semuanya dicampurbaurkan, baru berbicara sedikit tentang hal-hal non fisik, metafisik atau hal-hal irasional, sudah mengaku pelaku spiritual. Walaupun ada orang-orang tertentu mengatakan, “Saya sudah bertahun-tahun menekuni spiritual…………..” kelompok ini pun sesungguhnya masih ragu.

Read more 11/05/2009

Saat Ini untuk Masa Depan

HAMPIR semua orang telah memahami bahwa kehidupan ini merupakan sebuah rangkaian sebab dan akibat yang terjadi terus-menerus. Apa yang ada pada saat ini merupakan akibat dari perbuatan yang telah kita lakukan sebelumnya. Bukan karena orang lain, bukan karena makhluk lain. Sebuah perbuatan akan menimbulkan akibat dan akibat ini akan menjadi sebab yang baru.

Coba renungkan apa yang Anda miliki saat ini. Kalau Anda mempunyai ketrampilan dan pengetahuan yang cukup, tentu karena Anda telah belajar dengan rajin di masa lalu, rajin membaca buku, berdiskusi, dan seterusnya. Jika saat ini Anda mempunyai gangguan kesehatan, coba diingat kembali, apa yang telah Anda lakukan di masa silam, bagaimana pola makan Anda, apa yang Anda konsumsi, dan seterusnya.

Read more 28/04/2009

Rasa Bhakti Terhadap Catur Guru dalam Perspektif Era Globalisasi

Dhyàna mùlaý gurur murtiá
Pùjà mùlaý gurur padam,
Mantraý mùlaý gurur vàkyaý
Mokûa mùlam gurur kåpam

Gurustotra 1.

(Pada saat mulai belajar pusatkanlah pikiran pada sosok sang guru,
saat mulai melakukan pemujaan, berbaktilah di depan kaki guru,
mantram adalah ajaran pertama kali keluar dari ucapan guru
dan untuk mencapai Mokûa mulailah dari karunia guru)

Read more 28/04/2009

Perjalanan Pertama dalam Berpikir adalah Identifikasi

ANUGERAH yang salah. Itulah barangkali yang terjadi dengan Dharmasvami. Tapi apanya yang salah dari anugerah itu? Isinya, waktunya, tempatnya, pemberi, atau penerima anugerah? Kita tidak pemah bisa tahu dengan pasti, karena cerita adalah se­buah metafora. Apa yang dikatakan tidak sama dengan apa yang dimaksudkan. Oleh karena itu, mari jangan meneari kepastian di dalam maupun di luar sastra. Baca-ba­calah, kata orang bijak. Temukanlah kemu­ngkinan-kemungkinannya. Dan puaskanlah dahaga batin dengan cukup itu. Anugerah yang salah, dan anugerah yang benar, tidak akan mengubah sesuatu yang sudah digariskan ter­jadi. Keyakinan konon akan mengubah ke­mungkinan-kemungkinan menjadi kepastian. Karena di dalam keyakinan itu ada kekuatan. Makanya, barang yang paling banyak dibela manusia di atas bumi ini adalah keyakinan. Baik itu keyakinan sendiri maupun keyaki­nan kelompok.

Read more 28/04/2009

Kewajiban Manusia di jaman kaliyuga

Anye krtayuge dharmastre
tayam dwapere” pare
anye kaliyuge nrrnam
yugahrasa nurupatah

Kewajiban manusia di zaman krtayuga berbeda macamnya dan kewajiban-kewajiban yang ditentukan di zaman tretayuga dan di zaman dwapara demikian
pula di zaman kaliyuga, sesuai menurut panjangnya masa yang semakin
berkurang (Mds. I. 85)

I. Pendahuluan
Agama Hindu mengenal adanya 4 (empat) zaman yang disebut “Catur Yuga” yang terdiri dan : Krtayuga, Trta Yuga, Dwapara Yuga dan Kali Yuga. Masa kerta yuga adalah merupakan masa yang penuh kedamaian dimana pada masa tersebut tidak ada manusia yang berbuat adharma walaupun hanya dalam pikiran. Manusia pada masa itu selalu mematuhi ajaran-ajaran kebenaran dan tiada pernah menyakiti mahluk lain baik dalam pikiran, perkataan maupun perbuatan. Yang ada dalam kehidupan manusia pada masa tersebut adalah : berbuat untuk kesenangan orang lain dan berjalan diatas jalannya dharma sehingga jaman tersebut sering juga dinamakan: Zaman Satya Yuga yang mengandung arti bahwa pada masa itu manusia hidup didalam kesetiaan. “Masa kertayuga ini berlangsung selama 1.460.000 tahun manusia dengan ketentuan masa berikutnya berkurang satu”. (Penjelasan Manawadharmasastra hal. 45).

Read more 26/04/2009

Yang Paling Sulit adalah Membawa Pikiran

DALAM percakapan sehari-hari baik dalam pertemuan adat dan agama, maupun percakapan biasa sering dengar orang tua-orang tua bijak menyatakan dalam bahasa Bali tentang susahnya merealisasikan gejolak pikiran sbb: Sing ada kewehan teken ngabe keneh. Kalau di bahasa Indonesia kira-kira begini: tidak ada yang lebih sulit daripada membawa pikiran. Orang yang kegiatan hidupnya berlebihan sampai ia disebut gila kerja untuk mengejar cita-cita. Gila kerja itu sampai menyebabkan ia hidup tidak seimbang. Seperti melupakan kewajiban keluarga, bermasyarakat, kewajiban agama, dll.

Read more 02/04/2009

Recent

Archive